Teori Darwin dan Kebesaran Tuhan

Charles Darwin
Charles Darwin

Teori evolusi Darwin memang membuat suatu pencerahan dalam bidang keilmuan, tapi juga membuat geram para kaum agamis eropa kala itu. Ya, ilmuan asal Inggris ini menganggap bahwasannya manusia merupakan satu spesies dengan kera. Tak pelak kaum agamis eropa banyak yang menentang teori tersebut.

Seperti buku yang ditulis oleh Darwin yaitu “The Origin of Species” yang memperkenalkan teori ilmiah bahwa makhluk hidup berevolusi (berubah secara berangsur-angsur) dari generasi ke generasi melalui proses seleksi alam. Dalam teori evolusi dijelaskan juga bahwa manusia memiliki nenek moyang yang sama dengan monyet. Secara DNA juga dijelaskan bahwa kera mempunyai DNA yang sangat mirip dengan manusia, sehingga teori ini secara logis bisa diterima.

Sementara itu, dalam agama samawi (Yahudi, Islam, Kristen) menjelaskan jika manusia pertama yang hidup di dunia ini adalah Adam, yang dihukum Tuhannya karena memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sebelum diturunkan di bumi, Adam menghuni Taman Eden (Surga) bersama dengan Hawa. Tetapi karena Adam melanggar perintah Tuhannya, maka Adam beserta Hawa diturunkan di bumi. Disinilah dimulai peradaban manusia.

Disini penulis mencoba menjelaskan beberapa tafsiran secara subjektif tanpa ada unsur untuk menyinggung berbagai pendapat lain.

Teori Evolusi Darwin Sumber: Google.co.id
Teori Evolusi Darwin Sumber: Google.co.id

Penulis berpendapat bahwa teori evolusi Darwin bisa saja benar bahwa manusia satu spesies dan mempunyai nenek moyang yang sama dengan kera, karena menurut penulis Tuhan menciptakan sesuatu juga melalui proses, memang dalam Islam ada istilah “Kun Fayakun” yang artinya “Jadilah, Maka Jadilah”, tapi Tuhan juga membutuhkan proses dalam penciptaanya, sehingga apa yang Tuhan ciptakan terlihat logis bagi umat manusia.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika kita berdoa meminta kopi misalnya, Tuhan tidak langsung menurunkannya dihadapan kita, tapi juga tergantung pada usaha kita sendiri untuk mendapatkan kopi tersebut, kita harus membeli kopi terlebih dahulu lalu menyeduhnya.

Contoh lain misalnya ketika Musa membelah Laut Merah. Jika dalam keyakinan agama samawi, Musa langsung memohon kepada Tuhannya agar membelah laut tersebut agar orang-orang Israel dapat lari dari kejaran Firaun.

Tapi menurut Bruce Parker, mantan kepala ilmuwan National Ocean Service di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengklaim Musa tidak mengandalkan keajaiban dari Tuhan untuk membelah Laut Merah. Parker berpendapat bahwa karena Musa hidup di gurun, Musa memiliki pengetahuan soal pasang surut Laut Merah dan dengan melihat bulan, ia bisa memprediksi kapan surut akan terjadi.

Pendapat Parker ini di dukung oleh seorang sejarawan kuno bernama Artapanus yang hidup antara 80-40 SM, yang juga menjelaskan keajaiban Laut Merah. Dalam sebuah tulisannya ia mengatakan; “Musa, yang menjadi pejabat negara, menunggu air surut dan memimpin orang-orang menyeberang lautan saat dasarnya kering.”

Dan masih banyak lagi pendapat pelbagai ilmuwan tentang terbelahnya Laut Merah.

Sungguh Maha Besar Tuhan kita semua.

Begitulah kiranya pendapat yang singkat ini, entah teori evolusi Darwin ini benar atau tidak, bukan itu yang menjadi masalahnya, tetapi bagaimana cara kita menyikapi hal tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s